Tuesday, November 3, 2009

TUGAS TEKOM (TEORI DIFUSI DAN INOVASI )

Everett M. Rogers mendefinisikan difusi sebagai proses dimana suatu inovasi dikomunikasikan melalui saluran tertentu dalam jangka waktu tertentu dari para anggota suatu sistem sosial.
Difusi adalah suatu jenis khusus komunikasi yang berkaitan dengan penyebaran pesan – pesan sebagai ide baru, sedangkan komunikasi didefinisikan sebagai proses di mana para pelakunya menciptakan informasi dan saling bertukar informasi tersebut untuk mencapai pengertian bersama. Didalam pesan itu terdapat keermasaan ( newness ) yang memberikan ciri khusus kepada difusi yang menyangkut ketakpastian ( uncertainty ). Derajat ketidak pastian seseorang akan dapat dikurangi dengan jalan memperoleh informasi.
Unsur utama difusi adalah (1) Inovasi, (2) yang dikomunikasikan melalui salura tertentu, (3) dalam jangka waktu tertentu, (4) diantara para anggota suatu sistem sosial.
Inovasi adalah suatu ide, karya atau objek yang dianggap yang dirasakan oleh anggota suatu sistem sosial menentukan tingkat adopsi: (1) relative advantage (keuntungan relative), (2) compatibility (kesesuaian), (3) complexity (kerumitan), (4) trialability (kemungkinan di coba), (5) observability (kemungkinan diamati).
Relative advantage adalah sustu derajat dimana inovasi dirasakan lebih baik dari pada ide lain yang menggatinkaanya.derajat keuntungan tersebut bisa dihitung secar ekonomis, tetapi faktor prestasi sosial, kenyamanan dan kepuasan juga merupakan unsur penting. Compatibility adalah suatu derajat dimana inovasi diraskan ajeg atau konsisten dengan nilai – nilai yang berlaku, pengalaman dan kebutuhan mereka yang melakukan adopsi. Complexity adalah mutu derajat dimana inovasi dirasakan sukar untuk dimengerti dan dipergunakan. Trialability adalah mutu derajat dimana inovasi di eksperimentasikan pada landasan yang terbatas. Observability adalah suatu derajat dimana inovasi dapat disaksikan oleh orang lain.
Umumnya aplikasi komunikasi massa yang utama berkaitan dengan proses adopsi inovasi ( hal – hal / nilai baru ). Hal ini sangat relevan yang sudah maju. Kondisi perubahan sosial dan teknologi dalam masyarakat melahirkan kebutuhan yang dapat menggatikan metode lama dengan metode yang baru. Semua itu menyangkut komunikasi massa karena berada dalam situasi dimana perubahan potensial bermula dari riset ilmiah, dan kebijaksanaan umum yang harus diterapkan oleh masyarakat
Dalam pelaksanaannya, sasaran dari difusi inovasi adalah para petani dan anggota masyarakat peesaaan. Usaha – usaha difusi inovasi pertama kali dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 1920-an dan 1930-an, dan sekarang menjadi program – program pembagunan di Negara sedang berkembang. Usaha – usaha ini tidak hanya berhubungan dengan masalah pertanian saja, tetapi juga dengan masalah kesehatan, dan sosial politik. Jauh sebelum ada pemikiran tentang pengujian pengaruh antarpribadi dalam riset komunikasi massa, usaha – usaha ini telah depraktikan oleh ahli sosiolog pedesaan dan agen – agen perubahan.
Everett M Rogers dan Floyd G. Shoemaker mengemukakan bahwa teori difusi inovasi dalam prosesnya ada 4 ( empat ) tahap, yaitu pengetahuan, persuasi, keputusan, dan konfirmasi.
1. Pengetahuan : kesadaran individu akan adanya inovasi dan pemahaman tertentu tentang bagaimana inovasi tersebut berfungsi.
2. Persuasi : individu membentuk sikap setuju atau tidak setuju terhadap inovasi.
3. Keputusan : individu melibatkan diri pada aktivitas yang mengarah pada pilihan untuk menerima atau menolak inovasi.
4. Konfirmasi : individu mencari penguatan ( dukungan ) terhadap keputusan yang telah dibuatnya, tapi ia mungkin berbalik keputusan jika ia memperoleh isi pernyataan peryantaan yang bertentangan ( McQuail, 1985: 61 ).