Perkembangan teknologi digitalisasi sangat berpengaruh terhadap perkembangan jurnalisme. Jika di masalalu untuk sampai di ruang redaksi klise foto harus dikirim melalui jarak yang jauh dan masi membutuhkan waktu yang lama untuk di cetak di ruang yang gelap sekarang semua lebih mudah yaitu dengan menggunakan kamera digital handpone, banhkan komputer dan laptop. Setalah itu gambar bisa dikirim ke komputer untuk di cek kualitas gambarnya dan di tambahkan keterangan sebelum dikirim melalui jaringan internet ke seluruh dunia. Gambar di kirim ke komputer melalui bluetooth maupun dengan menggunakan kbel data gambar dapat pula di disan ulang sehingga dapat di tampilkan sebagi desai web dalam bentuk tampilan gerak.
Era digital jurnalisme juga lebih interaktif sebelumnya proses jurnalisme berlangsung searah dan kita harus percaya pada editor reporter dan fotogarafer dan menerima apa yang mereka sebarkan. Sekarang kita dapat dengan mudah mengomentari, mengkritik memberikan koreksi terhadap sebuah berita dan dengan hiperteks memungkinkan jurnalais menuliskan berita secara online yang multi deimensi. Jurnalis dapat pula membentuk berita secara berbeda, dan membiarkan pembaca mengambilnya menurut cara mereka sendiri. Surat kabar cetak di Indonesia sudah memiliki edisi online sejak akhir 90-an tampilan surat kabar online di internet yang pertama di Indinesia di rintis oleh harian republika dan terbinya republika online home edisi internet koran itu pada tahun 1995 sekarang hampir semua surata kabar sudah memiliki edisi online termaksud surat kabar lokal di daerah-daerah.
Saturday, October 24, 2009
Thursday, October 15, 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)